Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah tidak ada hubungannya dengan pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag, Suyitno, dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
baca juga :
Proses Administrasi Jadi Penyebab Utama
Menurut Suyitno, keterlambatan pencairan tunjangan guru madrasah semata-mata disebabkan oleh proses administrasi yang masih berjalan. “Enggak, enggak ada hubungannya itu. Jadi kalau soal TPG itu semata-mata karena proses administrasi,” jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tidak ada korelasi antara keterlambatan TPG dengan pengurangan anggaran untuk MBG.
TPG sendiri merupakan tunjangan yang diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan guru madrasah dan mendukung kualitas pendidikan. Proses administrasi yang rumit, seperti verifikasi data guru, validasi dokumen, hingga pencocokan dengan data pusat, menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran pencairan.
MBG Tetap Berjalan, Tidak Terganggu
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai rencana, meskipun ada isu terkait keterlambatan TPG. MBG bertujuan untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi siswa di madrasah, mendukung tumbuh kembang anak, dan memastikan kualitas pembelajaran tetap optimal. Kemenag memastikan bahwa program ini tidak terpengaruh oleh administrasi tunjangan guru.
Suyitno menambahkan bahwa pemerintah selalu berupaya agar guru mendapatkan haknya tepat waktu. “Kami selalu memprioritaskan hak guru karena mereka adalah ujung tombak pendidikan. Tidak ada satu pun program lain yang menghambat pencairan tunjangan,” tambahnya.
Upaya Kemenag Mempercepat Pencairan
Untuk mengurangi keterlambatan, Kemenag telah melakukan berbagai upaya, termasuk peningkatan sistem administrasi digital. Proses validasi dan verifikasi data kini lebih cepat berkat pemanfaatan teknologi, sehingga diharapkan pencairan TPG tidak lagi mengalami penundaan yang signifikan.
Selain itu, Kemenag juga terus berkoordinasi dengan kantor madrasah dan pihak terkait untuk memastikan dokumen administrasi lengkap. Hal ini penting agar setiap guru yang berhak menerima tunjangan dapat mencairkannya tanpa hambatan.
Pentingnya Transparansi dan Informasi
Kemenag menekankan pentingnya transparansi dalam proses pencairan tunjangan guru. Melalui komunikasi yang jelas, guru madrasah dapat memahami alasan keterlambatan dan tidak mengaitkannya dengan isu lain seperti pemangkasan anggaran MBG. Informasi yang terbuka juga membantu media dan masyarakat mendapatkan penjelasan yang akurat, menghindari kesalahpahaman.
Selain itu, Suyitno mengajak guru madrasah untuk proaktif mengecek status administrasi masing-masing melalui sistem resmi Kemenag. Hal ini akan mempercepat proses dan meminimalkan kendala teknis yang kerap menjadi penghambat pencairan.
Kesimpulan
Kementerian Agama menegaskan bahwa keterlambatan pencairan TPG guru madrasah bukan disebabkan oleh program MBG. Sebaliknya, penyebab utama adalah proses administrasi yang sedang berjalan. Kemenag terus berupaya mempercepat pencairan melalui digitalisasi sistem, koordinasi dengan madrasah, dan transparansi informasi. Program MBG tetap berjalan tanpa hambatan, sementara tunjangan guru tetap menjadi prioritas utama untuk mendukung kualitas pendidikan di madrasah.